You are currently browsing the category archive for the 'astronomy' category.
hmm akhirnya gue putusin buat pindah k blog sendiri yang dah ada aja. Well tapi yg disini bakal sesekali di update. so silahkan kunjungi http://www.simplyvie.com yah…
Benarkah Apophis akan mengakhiri nasib Bumi tahun 2036? Kalau sebelumnya cosmos4u sudah melakukan konfirmasi dengan Don Yeoman dari NEO tentang kemungkinan tabrakan tersebut, kali ini secara resmi pihak NASA-lah yang melakukan rilis tentang kemungkinan tabrakan Apophis serta berita yang sedang beredar tersebut. Read the rest of this entry »
Akhir-akhir ini YouTube jadi topik yang hangat. Well pagi ini saya tidak bisa masuk youtube. Waktu cari info ke isp katanya.. di blokir ma yg diatas. sempet kesal karena saya adalah pengguna youtube untuk mengupload video kegiatan Universe Awareness sekaligus pengunduh sejati film-film astronomi. Banyak materi menarik disana yang saya gunakan dalam edukasi astronomi ke masyarakat.
Well… aneh juga kalau hanya karena sebuah film lantas dilakukan pembredelan.. udah kayak jaman dulu aja pake bredel-bredel segala. Hanya berganti jubah … Read the rest of this entry »
Perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi salah satu efek yang sangat signifikan dalam perubahan kondisi Bumi selama beberapa dekade dan abad ke depan. Namun bagaimana dengan nasib Bumi jika terjadi pemanasan bertahap saat Matahari menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih? akankah Bumi bertahan ataukah masa tersebut menjadi masa akhir kehidupan Bumi? Read the rest of this entry »
Telah menjadi bukti di tahun 1960-an kalau banyak tanda di meteorit sedah dapat dipahami sebagai akibat dari kondensasi uap air panas. Sejumlah studi teoretik dilakukan terkait dengan tahapan kondensasi dari materi yang membentuk Tata Surya. Hasilnya pendinginan terjadi pada temperatur dan tekanan yang beragam. Hal ini semakin memperkuat ide materi di awal terbentuknya Tata Surya berada dalam bentuk gas panas. Tahun 1972, Safronov mempublikasikan teorinya tentang pembentukan planet dari materi-materi hamburan. Nah, meskipun hasil dari Safronov ini mengindikasikan jangka waktu yang sangat panjang dalam pembentukan planet-planet, namun model yang ia berikan menjadi sebuah struktur yang baik dalam memecahkan permasalahan skala waktu pembentukan. Read the rest of this entry »
Di dalam astronomi, metode yang digunakan dalam penentuan jarak adalah metode paralaks. Paralaks merupakan metode yang digunakan dengan melihat pada pergeseran dua titik tetap relatif satu terhadap yang lain dilihat dari sudut pandang pengamat.
Paralaks Trigonometri
Penentuan jarak bintang baru berhasil dilakukan pada abad ke-19 dengan menggunakan metode paralaks trigonometri. Akibat dari gerak edar bumi, bintang dekat akan terlihat bergeser terhadap bintang jauh. Dan bintang tersebut seolah bergerak menempuh lintasan ellips relatif terhadap latar belakang bintang yang jauh. Gerak ellips tersebut merupakan pencerminan gerak bumi. Sudut yang dibentuk oleh bumi dan matahari ke bintang inilah yang diebut paralaks bintang. Semakin jauh letak bintang, lintasan ellipsnya makin kecil, paralaksnya juga makin kecil.
Hmm.. rada basi deh kayaknya tulisan saya ini. Cuma baru moodnya sekarang sih.. so mau lanjutin dulu kisah perjalanan di athena selama libur lebaran tahun ini. Setelah istirahat semalam di hotel, paginya saya bangun dalam kondisi yang segar.. apalagi ditambah udara kota Athena yang menyegarkan. Jam 7 pagi saya turun ke restoran untuk sarapan, dan memilih sebuah meja di sudut ruangan. Asik juga bisa makan sambil memperhatikan seisi ruangan dan kesibukan masing-masing orang. Tak lama, saya pun mendapat teman semeja yang ternyata dari Tazmania dan Afrika Selatan. Sedangkan 2 pria yang di meja seberang saya pun mulai memperkenalkan diri berasal dari China, dan Hong Kong. Ga nyangka sarapan pagi itu yang awalnya saya pikir akan saya lewati dalam kesendirian justru mendapat beberapa kenalan baru.
Kesempatan mengamati Gerhana bulan total (GBT) tanggal 28 Agustus 2007 yang tampak memerah saat Bulan terbit tidak dilewatkan oleh tim langitselatan. Walaupun masih terasa lelah setelah acara Star Party akhir pekan yang lalu, namun kami tetap berangkat menuju Dago Atas bergabung dengan adik-adik Sekolah Alam Bandung yang sedang berkemah disana sambil menantikan Gerhana. Setelah hampir “nyasar” akhirnya kami pun tiba di lokasi. Turut bergabung juga teman-teman dari Kompas dan Sindo yang sudah siap dengan kameranya masing-masing. Acara berburu gerhana pun dimulai…. Read the rest of this entry »
Sebenernya tahun ini saya sudah bertekad ga perlu lagi nulis-nulis tentang Mars. Tapi kemarin seorang teman menyapa dengan pertanyaan, “vi beta dpt message ini BATUL seng neh” (vi saya dapat email ini betul gak nih?).
n this is the message :
Dear all, Malam hari dengan 2 buah bulan. Jangan sampai terlewatkan kesempatan langka yang hanya terjadi dalam 2280 tahun sekali saja!!! Seluruh dunia menantikan planet Bumi kita mempunyai 2 buah bulan pada 27 Agustus 2007 nanti. Planet Mars akan terlihat sangat terang di langit mulai awal Agustus. Planet Mars akan terlihat sebesar bulan planet Bumi kita dengan mata telanjang saja. Dan puncaknya akan terlihat seperti bulan purnama (full moon) pada tanggal 27 Agustus jam 00.30 malam senin pagi dini hari, saat jarak Mars dengan Bumi kita hanya sekitar 34.65M miles. Jangan sampai terlewatkan untuk ‘menatap’ langit yang akan seperti memiliki 2 buah bulan, karena jarak terdekat seperti itu hanya akan terjadi lagi di tahun 2287 yang akan datang.
Bintang itu bulat tidak yah? hmm… kenapa Pluto menghilang dari Tata Surya? Teleskop itu gimana makenya? Bimasakti itu kayak gimana? Motret bintang bisa nggak yah? Hmm gimana caranya motret nebula? Apakah Matahari mengelilingi Bumi? Ingin punya foto seperti ini? Read the rest of this entry »
Pada musim gerhana kedua tahun 2007 akan berlangsung Gerhana Bulan Total 28 Agustus 2007 (GBT – 28 Agustus 2007 dan Gerhana Matahari Sebagian 11 September 2007 (GMS – 11 September 2007). Read the rest of this entry »
hmm dah lama juga saya tidak melakukan blog walking. alasannya? sibuk.. halah klise tapi beneran kok. Cukup sibuk dengan langitselatan.com. Well hari ini kebetulan saya lagi iseng banget main-main make blog searchingnya om google. so iseng banget masukin key words Tata Surya. well … one bye one tulisan tentang tata surya nongol.
Ada yang menarik… beberapa yang muncul adalah judul Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya dan Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton
hey… do I know the title? Of course I am. It’s my essay. Tapi alamat blognya kok beda? so masih dengan berbaik sangka.. saya pikir itu cuma tulisan berjudul sama. tapi setelah dicek.. semuanya kok sama? well maybe dia nyantumin nama penulisnya or sumber. Tapi kenyataannya nggak juga tuh. hanya ada posted by Happy Zone 9 Juli 2007 jam 23.41 dan yang satu lagi posted by haikaru at 1:40 AM Read the rest of this entry »
Kuliah di astronomi? wah bisa ngeramal nasib dong!
Itulah reaksi yang umum ditemui ketika berbicara tentang astronomi. Saat mendengar kata astronomi, orang akan langsung mengasosiasikannya dengan astrologi, karena astronomi masih kurang dikenal dan dipahami masyarakat. Bagi masyarakat, astronomi itu ilmu yang mengawang-awang. Padahal tanpa disadari perjalanan kehidupan manusia tak pernah lepas dari ilmu klasik yang satu ini. Read the rest of this entry »
Model Big Bang saat ini sudah banyak diterima sebagai teori pembentukan dan evolusi alam semesta. Menurut Big Bang, sekitar 12 sampai 14 milyar tahun lalu, bagian alam semesta yang bisa kita lihat saat ini hanyalah beberapa milimeter lebarnya.
Nah untuk sampai pada kondisi sekarang, alam semesta mengalami pengembangan dari kondisi yang panas dan rapat kedalam bentuk alam semesta yang luas, lebih dingin dan bisa didiami. Sisa-sisa materi yang rapat dan panas bisa dilihat sebagai radiasi cosmic microwave background yang sangat dingin yang masih mengisi alam semesta dan terlihak oleh detektor microwave sebagai nyala di seluruh angkasa. Read the rest of this entry »
Untuk mengisi liburan dan juga akhir pekan anda, sambil bersenang-senang dengan astronomy ,Rigel Kentaurus bekerjasama dengan Hotel Mitra Bandung mengadakan Star Party, dengan memadukan perlengkapan pengamatan dan workshop astronomi dengan suasana santai diselenggarakan pada:
Tempat: Rooftop Hotel Mitra/6th Floor
Dengan view yang luas ke arah tangkuban perahu, horizon yang lepas dan udara yang sejuk dan angin semilir segar.
Waktu: Sabtu, 7 Juli 2007 dimulai pukul 7 hingga tengah malam.
Dapatkan juga souvenir astrofotografi yang anda ambil sendiri selama acara berlangsung. Persediaan terbatas. Lakukan registrasi untuk jadwal pengamatan anda di hari acara berlangsung. First Come First Serve.
Registrasi: Rp. 65.000,- / orang
Hotel Mitra memberikan kemudahan penginapan dengan tarif Rp.430.000,- /kamar dengan dua bed besar. Gratis 2 tiket untuk acara Mitra Starparty 777. Untuk informasi selengkapnya dari Hotel Mitra silahkan kunjungi website mitrahotel.com
Bekerjasama juga dengan penginapan di sekitar lokasi dengan berbagai rentang biaya. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Contact person:Dhany Dewantara
Hp.: (XL) 0818 64 15 12 ;(Indosat) 0815 727 95 181;
email: admin@langitselatan.com
Reservation Hotel Mitra:
Jl. WR. Supratman No.98
Bandung
West Java - Indonesia - 40122
reservations@mitrahotel.com
telp :022-7207245 , 022-7203267
fax :022-7218304
Sepertinya keinginan agar Pluto kembali menempati posisi sebagai Planet hanya tinggal impian. Eris yang ditemukan oleh Mike Brown dan Chad Trujilo tahun 2003 selain memiliki ukuran lebih besar dari Pluto, juga lebih masif dbanding Pluto. Nah seandainya Pluto diklasifikasikan lagi sebagai Planet, maka Eris pun tentunya harus berada dalam jajaran Planet Tata Surya juga. Read the rest of this entry »
Seiring dengan perkembangan teknologi, exobiologi pun semakin dikukuhkan untuk menjadi salah satu bidang ilmu yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah pengertian yang lebih baik dari proses asal muasal, evolusi dan distribusi kehidupan di Bumi atau ditempat lainnya di alam semesta. Exobiologi sendiri mulai diperkenalkan oleh Lederberg (1960), dan berbeda dari biologi yang hanya terkonsentrasi di Bumi, exobiologi memperluas jangkauannya ke luar Bumi menuju planet-planet lain, komet, meteorit, asteroid dan ruang angkasa dalam lingkup yang sangat luas. Continue Reading »
Penemuan Gliese 581 c menjadi kejutan menyenangkan bagi masyarakat dunia. Mengejutkan karena ini bukan sekedar exoplanet yang ditemukan pada bintang lain melainkan karena planet ini diduga memiliki air dan menjadi kandidat planet layak huni. Gliese 581 c, si planet super Bumi ini letaknya tak jauh dari bintang hanya 0.073 AU dan masih berada di area pendukung kehidupan atau area layak huni atau populer dikenal dengan sebutan Habitable Zone (HZ) dari bintang induknya. Gliese 581 c juga diperkirakan memiliki temperatur rata-rata berkisar antara 0 - 40 derajat celcius sehingga air yang berada disini diperkirakan masih berbentuk cair. Read the rest of this entry »
halah judulnya bombastis nggak sih? tadinya niat mo nulis panjang lebar tentang habitable planet yang baru ditemuin alias tentang Gliese 581 c berdasarkan paper yang diterbitkan Stéphane Udry dkk, tapi asli deh mata capek banget beberapa hari ini didepan kompie terus (halah alasan!!!). Yang selesai cuma versi dari press release ESO yang kujadikan berita buat langit selatan. Mudah-mudahan versi lengkapnya bisa kumasukin kesini dalam waktu dekat ini (hope sooo). Read the rest of this entry »
Kelas Filsafat Sains Program Magister Astronomi ITB mengadakan kegiatan (bagian dari diskusi rutin perkuliahan) nonbar alias nonton bareng. Film yang diangkat adalah An Inconvenient Truth. Film ini mengusung isu global warming, krisis yang dihadapi dunia saat ini. Berminat? Silahkan datang dan menikmati (plus merenung-renung) serta berdiskusi. Kegiatan bertempat di Ruang Seminar 2 Program Studi Astronomi ITB pada tanggal 1 Mei 2007 pukul 9:00 WIB.
sebenernya sudah agak lama juga saya ngikutin topik heliosentris dan geosentris.. terutama mengenai buku yang menuliskan fakta bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi. sempat terpikir untuk menuliskan sisi ilmiah dari masalah teori heliosentris tapi kesibukan thesis membuat keinginan itu terlupakan, sampai akhirnya ada komentar dari antobilang di page profile, yang katanya :
permisi, salam kenal
*salaman dulu*
saya ndak cukup ilmu, tapi saya resah dengan postingan ini :
BENARKAH BUMI MENGELILINGI MATAHARI?
mohon buatkan postingan tandingan secara ilmiah & logis, yang bisa menyadarkan kesesatan mereka2 yang sok benar sendiri itu. terima kasih sebelumnya.
:::::::::::::::::::: salam dari antobilang ::::::::::::::::::::
well.. saya pun mencoba berjanji untuk membuat tulisan tersebut, tapi sayang.. karena ada sedikit kecelakaan ma tangan kanan n kemudian kesibukan mengurus pembuatan blog dan forum langit selatan membuat saya tak sempat ngutak ngatik bikin tulisan. tapi dengan tekad bahwa seharusnya topik ini dibahas di langit selatan, dan setelah agak berharap teman-teman penulis di langit selatan bakal nulis topik ini, akhirnya weekend kemaren, mas nggieng nulis juga artikel Bagaimana membuktikan bahwa Bumi mengelilingi Matahari, dan bukan sebaliknya?.
So… buat teman-teman yang ingin tau silahkan membaca artikel tersebut. semoga artikel tersebut bisa menjawab keingintahuan teman-teman semua.
Tulisan kali ini saya buat untuk menjawab pertanyaan Fiator dalam tulisan Penemuan dua planet
Saya mau tau apa yang di maksud dengan … tahun cahaya…?
Emmmm klo bisa di jelasin se detail mungkin…..Fiator By SMK N 1 PUrwakarat…
Tahun cahaya merupakan satuan jarak yang digunakan untuk mengukur jarak. Mungkin banyak orang ketika mendengar kata tahun cahaya akan berpikir tentang satuan waktu ketimbang jarak karena ada kata tahun yang biasanya memang digunakan untuk menandakan waktu. Namun demikian, dalam astronomi tahun cahaya digunakan sebagai penanda jarak. Read the rest of this entry »
Mimpi dan keinginan membangun media astronomi memang sudah lama ada. Namun sayangnya untuk bisa mengembangkan dan mempopulerkan astronomi di indonesia bukanlah hal mudah. Di departemen astronomi, salah satu cara populerisasi astronomi dilakukan melalui kegiatan olimpiade astronomi. Di Observatorium Bosscha populerisasi astronomi dilakukan melalui dibukanya waktu kunjungan dan diadakannya open house bagi masyarakat.
Masalah yang jadi perhatian saya dan teman-teman bagaimana dan dimanakah masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan dan informasi yang benar tentang astronomi dalam bahasa yang tidak melangit tapi membumi. Read the rest of this entry »
Kalender adalah sistem penentu waktu yang memiliki arti sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Sebagaimana pada masyarakat petani, kalender diperlukan sebagai penentu waktu bercocok tanam, berdasarkan tanda-tanda alam, seperti posisi bintang di langit; masyarakat modern memerlukan kalender sebagai alat bantu yang penting dalam kehidupannya, seperti tanggal perayaan ulang tahun, jadwal libur dan bekerja, atau waktu membayar tagihan-tagihan.
Kalender modern yang kita gunakan saat ini disebut sebagai kalender masehi, dan deret waktu tahunannya, (tahun 1), diasumsikan dari tahun kelahiran Yesus Kristus. Read the rest of this entry »
Teori pasang surut Jeans-Jeffreys mengajukan kalau materi yang disapu oleh bintang saat berpapasan dengan Matahari akan membentuk planet. Tahun 1964, Woolffson memperkenalkan model baru dari teori pasang surut, yang dikenal dengan nama teori capture. Teori yang diajukan Woolfson menyatakan kalau bintang yang berpapasan dengan Matahari yang menyediakan materi pembentuk planet yang kemudian ditangkap oleh Matahari. Read the rest of this entry »
Matahari mempunyai diameter sekitar 400 kali lebih besar dari diameter Bulan, sedang jarak Bumi – Matahari 400 kali lebih jauh dari Bumi – Bulan, menyebabkan penampakan Bulan dan Matahari di langit seolah hampir sama besar, yaitu sekitar setengah derajat. Posisi itu juga menyebabkan gerhana Bulan Total (Bulan berada di kawasan umbra Bumi) bisa berlangsung selama 1 jam 47 menit sedang gerhana Matahari Total (bundaran Matahari di langit di blok Bulan bila dilihat oleh pengamat di Bumi yang berada di jalur yang disapu umbra Bulan paling lama hanya sekitar 7 menit. Read the rest of this entry »
Pertanyaan yang sering timbul saat melakukan generate planet adalah, akankah muncul planet Bumi? Dalam StarGen Bumi dikategorikan sebagai planet yang permukaannya memiliki air dalam kisaran 5 - 95%. Itu baru tahap awal dimana planet yang terbentuk bisa dikategorikan sebagai Bumi. Hal lainnya yang menarik adalah pengkategorian kondisi atmosfer sebagai planet yang bisa dihuni berdasarkan komposisi kimia yang terbentuk di atmosfer.
Setelah melalui percobaan panjang, memang ditemukan ada beberapa sistem yang bisa memiliki planet bertipe Bumi. Tapi sangat sulit mencari planet Bumi yang komposisi atmosfernya bisa dikategorikan breathable. Seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Read the rest of this entry »
Sepanjang pengerjaan sistem pemodelan tata surya, pertanyaan ini sering kali hadir. Apa aku sedang bermain-main menjadi tuhan? Membangun model tata surya dan melakukan generate sistem dengan berbagai harga masukan, memang memberi hasil yang berbeda-beda. Terlebih lagi mencari sistem yang memiliki planet kebumian dengan atmosfer yang bisa digunakan untuk kehidupan ternyata seperti mencari jarum di antara tumpukan jerami.
Dari 44 sistem yang digenerate ada sekitar 10 yang mampu memiliki planet kebumian, namun tak satupun planet tersebut memiliki atmosfer yang layak untuk jadi daerah hunian. Ternyata syarat daerah hunian soal jarak dari bintang dimana air bisa ditemukan dalam keadaan cair bukanlah satu-satunya parameter bahwa planet tersebut layak huni. Kondisi dan komposisi atmosfer yang terbentuk juga sangat mempengaruhi. Read the rest of this entry »
Astronomi merupakan ilmu tertua yang mempelajari alam semesta. Berbeda dengan cabang ilmu lainnya, di astronomi objek yang diamati tidak bisa dipegang karena alam semesta itu sendirilah yang menjadi laboratorium. Hal inilah yang menjadi keunikan astronomi.
Salah satu objek yang diamati adalah bintang. Bagi masyarakat awam bintang hanyalah objek yang memancarkan cahaya kelap kelip di malam hari, bertaburan menemani bulan. Namun bagi para astronom, sebuah bintang bisa menceritakan banyak hal. Bukan hanya sekedar penambah suasana romantis. Tapi bagaimana mengamati bintang dan informasi apa yang bisa diperoleh? Darimana informasi itu diperoleh? Read the rest of this entry »
Bentuk awal dari teori ini diberikan oleh Schmidt (1944) tapi kemudian dikembangkan dan dimodifikasi oleh Lyttleton (1961). Secara umum, idenya adalah Matahari setelah melewati awan debu akan memiliki selubung gas dan debu dimana didalam selubung tersebut akan terjadi pembentukan planet dengan cara akresi. Dalam modifikasi yang diajukan Lyttleton, ia menunjukkan kalau ide Schmidt mengenai benda ketiga tidak diperlukan. Read the rest of this entry »
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.
Imanuel, Allah beserta kita. Ia datang bukan hanya untuk orang-orang hebat. Ia tidak datang hanya untuk orang-orang yahudi, atau para petinggi agama.
Ia datang buat orang-orang berdosa, buat orang-orang yang termarjinalkan dalam kehidupan dunia. Kaum gembala bukan orang-orang yang dianggap punya status dalam masyarakat saat itu. Mereka hanyalah kaum marjinal… namun kepada merekalah malaikat mengabarkan kedatangan Yesus. Not just that. Yang datang menemui Yesus selain gembala adalah orang- orang Majus. Orang-orang Majus ini merupakan kaum non Yahudi yang datang dari bangsa Persia dan merupakan orang bijak (atau imam?) beragama Majusi. Read the rest of this entry »
Pencarian teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 menunjukkan betapa tidak mudahnya menemukan satu teori yang paling memungkinkan. Apalagi masing-masing teori yang dibangun masih menyisakan masalah mendasar yang belum terpecahkan. Sejak tahun 1960, pendekatan baru maupun pengembangan dari pendekatan yang sudah ada menjadi perhatian dalam pencarian teori pembentukan Tata Surya. Teori-teori yang lahir sejak tahun 1960 adalah Teori Proto-planet (1960, 1988), Teori Akresi (1961), Teori Capture (Penangkapan) (1964), Teori Nebula Matahari (1973) dan Teori Laplace Modern (1974). Read the rest of this entry »
Tahun 1944 hadir sebuah teori baru yang merupakan bentuk lain dari teori dualistik. Teori ini diajukan oleh Otto Schmidt (1892-1956), seorang peneliti Rusia, yang dalam pengamatannya melihat keberadaan awan yang dingin dan rapat di Galaksi, terungkap saat ada bintang yang lewat daerah tersebut cahayanya diblok oleh awan. Menurut Schmidt dari waktu ke waktu bintang akan melewati awan seperti ini, dan setelah lewat bintang akan diselubungi gas dan debu. Dari awan inilah planet akan terbentuk.
Ketika dua titik massa saling mendekati dan mengalami interaksi gravitasi namun tidak bertabrakan, keduanya akan berakhir pada jarak yang tidak tentu. Schmidt mengasumsikan dua titik massa itu untuk bintang dan awan dan ia mempostulatkan keberadaan objek ketiga disuatu tempat disekitar alur pertemuan bintang dan awan untuk menghilangkan sebagian energi dari sistem dua benda tersebut. yang menjadi masalah keberadaan benda ketiga justru membuat ide ini menjadi tidak mungkin. Read the rest of this entry »
NASA hari ini mengumumkan telah menerima proposal dari Universitas Maryland untuk mengirimkan Deep Impact untuk melakukan misi selanjutnya yakni pematan dari dekat terhadap Komet Boethin.
Team dari Universita Maryland yang memimpin misi Deep Impact yang menabrakan impactor-nya ke komet Tempel 1, Juli 2005 lalu berharap, terkumpulnya informasi baru dari Komet Boethin akan dapat menggabungkan seluruh informasi baru tentang komet menjadi sebuah ide yang kokoh mengenai asal mula komet, pembentukkan dan evolusinya, serta apakah komet memegang peranan penting dalam hal kemunculan kehidupan di Bumi. Read the rest of this entry »
Tahun 1999, NASA Discovery Mission memulai misi Deep Impact dengan tujuan mempelajari komet dengan cara menabrak inti komet sehingga misteri di balik permukaannya bisa terungkap. Misi yang diterbangkan bulan Januari 2005 ini menempuh 6 bulan perjalanan sebelum akhirnya bertemu dengan sang target, komet Tempel 1.
Dalam perjalanan menuju Tempel 1, wahana Deep Impact membawa dua pesawat ruang angkasa didalamnya. Pesawat pertama merupakan impactor (penabrak), yang akan terbang memasuki inti komet. Impactor akan berfungsi seperti peluru yang menabrak Komet. Pesawat yang kedua, merupakan pesawat flyby (terbang lintas), yang berfungsi sebagai pesawat induk. Ia akan membawa dan juga memberi tenaga pada impactor sampai 24 jam sebelum tabrakan dengan komet terjadi. Untuk keperluan itu masing-masing pesawat dilengkapi peralatan dan kemampuan untuk menerima dan mentransmisikan data. Read the rest of this entry »
Awal November 2006 atau tepatnya tanggal 8 November, planet Merkurius akan melintasi piringan Matahari. Fenomena yang dikenal sebagai transit Merkurius ini, sebenarnya mirip dengan gerhana matahari, tapi kali ini yang berada diantara Matahari dan Bumi bukanlah Bulan melainkan Merkurius. Ukuran Merkurius yang kecil bila dilihat dari bumi, membuat kita hanya dapat melihat Merkurius sebagai noktah hitam yang bergerak melintasi matahari. Transit Merkurius akan dimulai pukul 19.00 UT (8 November ) atau jam 02.00 wib (9 November) dan transit akan berlangsung selama hampir 5 jam. Read the rest of this entry »
Pagi ini gue nerima email dari NASA, karena emang gue ikut ngedaftar di newsletter-nya. Yang menarik email itu bukan sekedar berita tapi berisi e-card bergambar seperti ular. Upss baru ingat, it’s a halloween card. Kalau valentine tahun lalu dikirimin ring and a flower, maka Halloween tahun ini NASA JPL mengirimkan kartu bergambar ular pada semua yang mendaftar di newsletter-nya sebagai kartu ucapan Halloween. Tapi, apa hubungannya gambar ular dan NASA? Apa NASA sudah berubah fungsi untuk mengurusi ular? Read the rest of this entry »
Bulan April 2005, gunung Talang di Sumatera yang telah tidur selama berabad-abad tiba-tiba menampakkan geliat kehidupannya kembali. Gumpalan asap mengangkasa pada ketinggian 1000 meter dan perkampungan disekitarnya diselubungi asap. Khawatir akan ledakan yang lebih besar, pemerintah lokal kemudian mengevakuasi 40000 penduduk. Sementara itu, petugas PBB melancarkan permintaan bantuan agar para ahli mulai memonitor gunung Talang.
Jauh di atas Bumi, tanpa banyak yang tahu, sebuah satelit kecil telah memulai aksinya mengamati gunung berapi. Tidak ada yang memberi perintah padanya sebelumnya, namun EO-1 (Earth Observing 1) melihat adanya tanda peringatan dan mulai melakukan monitoring terhadap Talang atas keputusannya sendiri. Saat para ahli sedang membaca email dari PBB, EO-1 telah memiliki data. Read the rest of this entry »
Perkembangan teori pementukan Tata Surya pada dekade terakhir abad ke-19 dan dekade pertama abad ke-20, didominasi oleh 2 orang Amerika yakni Thomas Chamberlin (1843-192
dan Forest Moulton (1872-1952). Dalam membangun teorinya, mereka melakukan komunikasi secara konstan, bertukar pemikiran dan menguji ide-ide yang muncul, namun publikasi atas karya besar mereka dilakukan secara terpisah.
Pada tahun 1890-an, Chamberlin menawarkan solusi untuk teori nebula Laplace. Ia menawarkan adanya satu akumulasi yang membentuk planet atau inti planet (objek kecil terkondensasi diluar materi nebula) yang kemudian dikenal sebagai planetesimal. Menurut Chamberlin, planetesimal akan bergabung membentuk proto planet. Namun karena adanya perbedaan kecepatan partikel dalam dan partikel luar, dimana partikel dalam bergerak lebih cepat dari partikel luar, maka objek yang terbentuk akan memiliki spin retrograde. Read the rest of this entry »
Lapisan ozon merupakan lapisan yang berguna untuk melindungi kehidupan di Bumi dengan menghalangi sinar ultraviolet yang berbahaya dari Matahari. Lubang ozon merupakan pengurangan yang terjadi pada lapisan teratas ozon di atas Antartika akibat senyawa kimia produksi manusia yang melepaskan gas chlorine dan bromine di stratosfer.
Laporan dari NASA dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebutkan lubang ozon di daerah kutub belahan bumi selatan telah memecahkan rekor untuk luas area dan kedalamannya. Pengamatan tanggal 21 – 30 September menunjukkan luas area rata-rata dimana terdapat lubang ozon merupakan luas area terbesar yang pernah teramati yakni sekitar 17,06 juta km persegi. Jika kondisi cuaca di stratosfer normal, maka lubang ozon akan mencapai ukuran 14.3 – 15 juta km persegi atau bisa diperkirakan hampir sama dengan luas area Amerika Utara. Read the rest of this entry »
Jelang Idul Fitri, semua orang sibuk bersiap-siap menyambut lebaran. Yang paling terlihat kesibukan untuk mudik. Tiket-tiket laris manis, oleh-oleh pun dibeli untuk bekal mudik nanti. Tapi buat yang nggak mudik dan belum punya rencana apapun, bagaimana kalau sabtu tanggal 21 Oktober nanti sejenak menikmati indahnya hujan meteor? Bulan ini sebelum lebaran, kita bisa menikmati hujan meteor Orionids yang berlangsung sejak tanggal 15 - 29 oktober dan akan mencapai puncak tanggal 21 Oktober. Read the rest of this entry »
Teleskop Spitzer milik NASA untuk pertama kalinya berhasil mengukur temperatur siang dan malam sebuah planet yang berada di luar Tata Surya. Observatorium inframerah ini mengungkap kalau planet gas raksasa mirip Jupiter mengitari mataharinya (bintang) pada jarak yang sangat dekat, sehingga pada satu sisi suhunya akan sangat panas seperti api dan di sisi lain suhunya sedingin es. Perbedaan temperatur antara kedua sisi siang dan malam merupakan point penting yang bisa memberi informasi bagaimana energi mengalir di atmosfer planet tersebut. Penemuan ini merupakan pertama kalinya terlihat ada variasi lain yang bisa terlihat pada permukaan planet ekstrasolar, planet yang berada di luar Tata Surya. Pengukuran-pengukuran sebelumnya hanya bisa memberi gambaran ukuran dan massa. Read the rest of this entry »
Kolaborasi antaraTeleskop Hubble milik NASA dengan observatorium landas bumi, telah memberikan hasil positif dalam hal bukti keberadaan planet ekstrasolar yang dekat dengan Tata Surya.
Objek berukuran Jupiter ditemukan mengorbit bintang bertipe Matahari, Epsilon Eridani, yang hanya berjarak 10.5 tahun cahaya. Planetnya berada sangat dekat sehingga bisa diamati oleh Hubble dan teleskop landas bumi yang besar di akhir 2007, saat planet dengan periode orbit 6 - 9 tahun tersebut berada pada posisi terdekatnya dengan Epsilon Eridani. Massa planet yang baru tersebut, 1.5 massa Jupiter dengan kemiringan orbit 30 derajat terhadap garis pandang kita, sama dengan inklinasi piringan debu dan gas yang juga mengelilingi Epsilon Eridani. Read the rest of this entry »
Kemunculan Newton dengan teori gravitasinya menjadi dasar yang kuat dalam menciptakan teori ilmiah pembentukan Tata Surya. Dalam artikel ini akan dibahas teori pembentukan Tata Surya yang lahir sesudah era Newton sampai akhir abad ke-19. Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. Read the rest of this entry »
Para peneliti dari NASA telah berhasil membuat sensus lengkap pertama dari galaksi-galaksi yang memiliki pusat lubang hitam menggunakan satelit Swift. Sebuah proyek pengamatan langit sebanyak beberapa kali dalam periode 9 bulan. Read the rest of this entry »
Sebuah teori lahir dari keingintahuan akan suatu kejadian atau keadaan. Tidak mudah untuk mempercayai sebuah teori baru, apalagi jika teori tersebut lahir ditengah kondisi masyarakat yang memiliki kepercayaan yang berbeda. Tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh para ilmuwan di awal-awal penemuan mereka.
Hal utama yang dihadapi untuk mengerti lebih jauh lagi tentang Tata Surya adalah bagaimana Tata Surya itu terbentuk, bagaimana objek-objek didalamnya bergerak dan berinteraksi serta gaya yang bekerja mengatur semua gerakan tersebut. Jauh sebelum Masehi, berbagai penelitian, pengamatan dan perhitungan telah dilakukan untuk mengetahui semua rahasia dibalik Tata Surya. Read the rest of this entry »
Supernova merupakan ledakan bintang, atau bisa dikatakan sebagai salah satu cara dari bintang dalam mengakhiri masa hidupnya. Nah, supernova itu sendiri memiliki peran yang sangat penting untuk bisa memahami Galaksi kita. Kenapa begitu?? Supernova memanaskan medium antar bintang, dan mendistribusikan elemen berat (elemen selain Hidrogen dan Helium merupakan elemen berat –red) keseluruh Galaksi dan mempercepat sinar kosmik. Read the rest of this entry »
Tim astronom dari Amerika, Australia dan Inggris membuat peta langit untuk survey galaksi. Detail peta tersebut menampilkan ”lokal kosmos” sampai dengan jarak 600 juta tahun cahaya, dengan mengidentifikasi galaksi supercluster, dan petunjuk mengenai distribusi dark matter dan dark energy yang misterius yang diperkirakan sekitar 96% massa alam semesta.


Opportunity yang merupakan wahan penjelajah NASA, telah tiba di bibir kawah Victoria yang 5 kali lebih lebar dibanding kawah berukuran medium yang dipelajari Opportunity sebelumnya.
Setelah perjalanan 21 bulan menuju kawah Victoria, foto-foto awal yang diambil menunjukkan dinding kawah yang tak beraturan dengan lapisan batuan yang menonjol dan dasar kawah yang berpasir. Jarak dinding kawah saat difoto sekitar 800 meter dari Opportunity. Foto-foto ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan bagi para Geologist. Read the rest of this entry »
Foto yang diambil Cassini saat melakukan flyby tanggal 23 September, menunjukkan keberadaan 2 danau yang sedang berciuman di permukaan Titan, bulannya Saturnus.
Foto tersebut mencakup area yang lebarnya 60 km dan tinggi 40 km. Danau tersebut mirip dengan danau di Bumi, namun dengan suhu yang sangat dingin di Titan serta kondisi atmosfernya yang kaya dengan hidrokarbon, tampaknya danau tersebut merupakan kombinasi metana dan etana. Bukan AIR.
Dalam foto tersebut, kedua danau terlihat sekitar 73 derajat lintang utara dan 46 derajat bujur barat, dengan diameter masing-masing, 20 - 25 km. Keduanya tersambung oleh saluran kecil.
sumber : NASA JPL
“And so she stopped at the planet Venus to see if that might be the place. But when she sipped the atmosphere, she exclaimed, “Oh no! This is much too hot!”.
Then she went to Mars, and once more cried out.”Here it’s much too thin and cold!”
At last, however, she came to Earth, and when she tasted the sweet air she sang in delight. “Ah, now this one is just right! Not too hot, and not too cold.”
(Earth by David Brin)
Diantara kelelahan setelah menjelajah Tata Surya, akhirnya tempat persinggahan pun ditemukan. Venus terlalu panas, Mars pun terlalu tipis atmosfernya dan dingin. Hanya Bumilah yang pas untuk ditempati. Ternyata tidak mudah juga mencari daerah persinggahan untuk memulai hidup baru di alam semesta yang luas ini. Satu per satu tempat disinggahi tapi tak satupun yang bisa memberi sebuah kenyamanan. Read the rest of this entry »
Tim astronom dari Inggris, Perancis dan Swiss berhasil menemukan 2 planet seukuran Jupiter disekitar bintang jauh. Atmosfernya secara perlahan disapu oleh radiasi bintang induk mereka. Kedua planet ini merupakan planet pertama yang ditemukan oleh program SuperWASP (Wide Angle Search for Planet).
Bintang induk yang diorbit kedua planet tersebut kedua-duanya mirip dengan Matahari. Yang satu lebih panas, terang dan besar sementara yang satu lagi lebih dingin, redup dan kecil. Bintang yang lebih besar berada di konstelasi Andromeda yang jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya. Sedangkan bintang yang lebih kecil, berada di rasi Delphinus, yang jauhnya hanya sekitar 500 tahun cahaya. Walaupun kedua bintang itu terlalu lemah untuk bisa dilihat dengan mata bugil, namun keduanya masih mudah dideteksi oleh teleskop kecil. Read the rest of this entry »
Tahun 1969, Stephen Dole membuat model sederhana untuk membangun sistem Tata Surya berdasarkan teori akresi. Hipotesa awal yang digunakan adalah bintang dan planet terbentuk dari dark globul dingin. Dark globul terbentuk dari gas dan debu yang butiran-butirannya berakresi serta dari tabrakan inelastik partikel-partikel.
Dole membangun model Tata Surya dengan membuat hipotesa bahwa seluruh komponen Tata Surya terbentuk dari nebula gelap dingin yang terdiri dari debu dan gas atau dikenal sebagai small globul. Nah, di awal bintang terbentuk di pusat dikelilingi awan gas dan debu berbentuk bola dan semakin jauh dari pusat, kerapatan awan akan semakin berkurang. Read the rest of this entry »
face on Mars by ESA’s Mars ExpressOriginally uploaded by ivie80.
Tahun 1976, orbiter Viking 1 milik NASA mengambil gambar seperti wajah manusia di MARS. Bentuk tersebut diambil di daerah Cydonia yang berada di area Arabia Terra. Tahun 2001, gambar tersebut diambil kembali oleh Mars Global Surveyor. Dan terakhir, dalam gambar-hambar resolusi tinggi yang diambil oleh Mars Express milik ESA, terdapat juga gambar wajah yang terkenal dari Cydonia itu disertai beberapa foto skull-shaped formation serta bentuk piramid.
Seringkali kita bertanya-tanya apakah tata surya merupakan satu-satunya sistem di alam semesta yang memiliki fenomena kehidupan. Luasnya kosmos, memberikan ruang baru bagi para astronom untuk terus mencari. Sebuah laboratorium besar, yang bahkan para penelitinya pun tak mampu untuk memegang benda yang diamati. Penemuan planet extrasolar menjadi fenomena menarik yang terus dikembangkan untuk memenuhi keingintahuan manusia tentang alam semesta. Tak ada org yang tak tertarik untuk mencari tau keberadaan kehidupan lain yang menemani kita dalam samudera angkasa yang luas.
Tahun 1995 menjadi awal bagi sejarah panjang pencarian, setelah Mayor & Queloz mengumumkan penemuan planet yang mengorbit bintang yang serupa Matahari, Pegasi 51. Penemuan terus berlanjut diikuti dengan ditemukannya sistem majemuk yang memiliki lebih dari 1 planet. Salah satunya ditemukan pada bintang 47 Ursa Mayoris yang berada pada rasi Biduk Besar, dengan 2 planet penggiringnya. Bintang 47 Ursa Mayoris dapat terlihat bila kita tinggal di belahan bumi utara. Read the rest of this entry »
Bila langit cerah umat Islam di Indonesia baru bisa melihat fisik Hilal awal Ramadhan 1427 H pada hari Sabtu tanggal 23 September 2006 antara waktu Maghrib dan Isya. Malam pertama mengawali shalat tarawih Ramadhan 1427 H, dan puasa Ramadhan 1427 H (dari terbit fajar subuh hingga terbenam Matahari) baru dimulai pada tanggal 24 September 2006. Pelaksanaan pengamatan hilal atau merukyat hilal 22 September 2006 untuk memastikan apakah bulan Sya’ban 1427 H terdiri dari 29 hari atau 30 hari, dapat dipastikan tidak menemukan obyek langit Hilal.
Ada dua alasan penting tidak adanya hilal pada saat Matahari terbenam 22 September 2006, karena pada waktu Bulan terbenam proses ijtimak belum terjadi dan Bulan terbenam sebelum Matahari terbenam. Kalau ada yang mengaku melihat hilal, maka sudah dipastikan salah, obyek yang dilihatnya bukan hilal. Read the rest of this entry »
Keberadaan Hilal awal Ramadhan 1427 H menjadi penentu awal shaum Ramadhan 1427 H umat Islam. Waktu kelahiran hilal Ramadhan, sabit Bulan yang sangat tipis dan bisa disaksikan dengan mata bugil manusia, selalu didahului dengan fenomena Ijtimak (atau konjungsi Bulan) akhir Sya’ban. Fenomena ijtimak atau konjungsi akhir Sya’ban 1427 H akan berlangsung pada hari Jum’at, tanggal 22 September 2006 jam 18:46 wib (11:46 UT) yang bertepatan dengan tanggal 29 Sya’ban 1427 H menurut taqwim standart di Indonesia. Jumlah hari minimal dalam satu bulan Islam 29 hari dan paling banyak 30 hari.
Indonesia menganut sitem Hisab – Rukyat dalam penetapan awal Bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah, oleh karena itu beralasan bila rukyat Dep Ag akan dilaksanakan pada hari Jum’at, 22 September 2006 untuk memastikan apakah bulan Sya’ban 1427 H terdiri 29 hari atau 30 hari. Read the rest of this entry »
On Friday, 2006 September 22, an annular eclipse of the Sun will be visible from within a narrow corridor which traverses half the Earth. The path of the Moon’s antumbral shadow begins in northern South America and crosses the South Atlantic with no further landfall. A partial eclipse will be seen from a much larger region including South America, the eastern Caribbean, western Africa, and Antarctica.
The path of the annular eclipse begins in Guyana at 09:48 UT when the Moon’s antumbral shadow meets Earth and forms a 323 kilometre wide corridor. Guyana’s capitol city Georgetown lies just a few kilometres outside the path’s northern limit. Here, a magnitude 0.920 partial eclipse will be seen at sunrise. On the central line 160 kilometres south, the duration of annularity is 5 minutes 31 seconds. Read the rest of this entry »
IAU telah meenetapkan definisi kalau planet merupakan objek yang cukup besar untuk membersihkan daerah sekelilingnya dari objek-objek kecil lainnya. Lantas apakah ada cara mudah untuk menentukan sebuah objek itu planet hanya berdasarkan massa dan lokasinya di dalam Tata Surya?. Secara umum jawabannya tidak ada, karena semuanya bergantung pada kondisi seperti apa yang ada disekeliling planet tersebut dan dinamika dari objek-objek kecil yang ada disana. Read the rest of this entry »
Tahun 2003, sebuah objek yang lebih besar dari Pluto dan diperkirakan sebagai planet ke-10 ditemukan dan diumumkan bulan Juli 2005. Objek yang saat itu menyandang nama sementara 2003 UB313 ditemukan oleh Mike Brown dari Caltech, Chad Trujillo dari Gemini Observatory di Mauna kea, Hawaii dan David Rabimowotz dari Yale University, New Haven, Connecticut. 2003 UB313 yang kemudian lebih dikenal dnegan nama Xena, dipotret pertama kalinya mengunakan Teleskop Samuel Oschin 48-inci di Observatorium Palomar tanggal 31 Oktober 2003. Xena yang ditemukan Mike Brown dkk, memiliki satelit bernama Gabrielle.
Agustus 2006 lalu IAU mengeluarkan resolusi mengenai definisi planet, yang menyebabkan Pluto dan Xena dikeluarkan dari jajaran planet dan “kandidat planet”. Keduanya pada akhirnya dikategorikan sebagai dwarf planet (planet kerdil) bersama dengan objek-ojek lainnya yang ditemukan di daerah sabuk kuiper. Dan tanggal 13 September 2006 setelah dua tahun memakai nama Xena dan Gabrielle, IAU memutuskan nama resmi untuk keduanya yakni 136199 Eris dan Dysnomia. Dalam jajaran planet kerdil, Eris merupakan objek terbesar. Read the rest of this entry »
“If we understand how our solar system formed, we might be better able to understand the processes at work in other solar systems, which we are just beginning to discover. Probing the asteroid belt could give us clues to these processes.” - Michael E. Lipschutz-
Setiap hari, serangan besar-besaran dari luar angkasa ke Bumi selalu terjadi. Tidak percaya? Dalam sehari sekitar 100 – 1000 ton materi meteorit menghantam Bumi. Materi-materi yang berbentuk debu sampai dengan objek berukuran beberapa kilometer, bergerak memasuki Bumi dengan kecepatan lebih dari 11 km/s. Objek-objek yang lebih besar lagi akan mengalami perlambatan setelah memasuki atmosfer Bumi, namun tetap saja akan menghantam Bumi dengan kecepatan tinggi. Atmosfer Bumi akan menyebabkan materi permukaannya meleleh dan kerak pun mulai terbentuk. Selain itu ada juga yang terpecah-pecah menjadi serpihan-serpihan kecil yang kemudian berubah menjadi hujan meteor. Objek-objek yang kecil ini pada akhirnya bisa tiba di Bumi dengan selamat tanpa mengalami perubahan apapun. Read the rest of this entry »
Alam semesta merupakan sebuah daerah yang sangat besar, terisi dengan banyak hal yang bisa mengejutkan kita, termasuk hal-hal yang jauh dari bayangan kita. Teori kosmologi modern dimulai oleh Friedman pada tahun 1920 dan dikenal juga sebagai model kosmologi standar. Model kosmologi standar dimulai dengan prinsip dalam skala besar alam semesta homogen dan isotropis serta pengamat tidak berada pada posisi yang istimewa di alam semesta. Model ini juga menyatakan bahwa alam semesta seharusnya mengembang dalam jangka waktu berhingga, dimulai dari keadaan yang sangat panas dan padat.
Bintang merupakan salah satu objek yang bisa langsung dikenali saat kita melihat langit, tentu saja disamping bulan dan planet. Bintang sendiri memiliki beberapa tipe dan kelas, namun seringnya saat melihat bintang, kita akan langsung membandingkannya dengan Matahari. Bintang-bintang yang ada di langit terikat satu sama lainnya dalam suatu ikatan gravitasi yang membentuk galaksi Bima Sakti. Tapi Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta. Bima Sakti hanya merupakan satu dari miliaran galaksi yang ada dalam observable universe, yakni seluruh lokasi yang telah mempengaruhi kita semenjak munculnya big bang, dengan asumsi kecepatan cahaya berhingga. Secara umum ada 3 model alam semesta yang dikenal, yakni alam semesta tertutup, alam semesta datar dan alam semesta mengembang. Yang menarik adalah, pada tahun 1929 Edwin Hubble menemukan kalau galaksi-galaksi jauh bergerak saling menjauh satu sama lainnya, dan memberikan adanya gambaran kalau alam semesta ternyata tidak tetap melainkan mengembang. Read the rest of this entry »
Agustus 2003, Perdana Mentri Malaysia, Mahathir Muhammad mengumumkan program kerjasama dengan Rusia untuk mengirimkan astronot Malaysia ke ruang angkasa. Program ini sebagai bagian dari perjanjian kerjasama pembelian pesawat tempur Sukhoi SU-30MKM antara Malaysia dan Rusia. Dalam kerjasama tersebut, Rusia akan membiayai dan melatih dua orang astronot Malaysia dan salah satu diantaranya akan dijadikan kandidat untuk berangkat ke International Space Station (ISS) yang direncanakan pada bulan Oktober 2007.
Program pengiriman astronot ini merupakan program pionir yang akan membawa Malaysia dalam eksplorasi teknologi di masa mendatang. Tujuan utama program ini adalah untuk peningkatan sains dan teknologi dalam masyarakat dan dalam industri. Melalui program ini, tentu saja akan diperoleh ilmu dari Rusia maupun negara lain yang akan dapat digunakan untuk pengembangan space science dan aplikasi zero gravity di malaysia.
Akhir Agustus lalu di Praha, IAU telah memutuskan untuk memberi definisi baru pada planet dan mereduksi jumlah planet menjadi 8, dengan menempatkan Pluto dalam kategori dwarf planet. Dengan demikian Pluto juga dikenal sebagai objek pertama yang ditemukan dalam lingkup trans neptunian object. Kilas balik sejenak, resolusi IAU menghasilkan ada 3 kategori utama dalam Tata Surya :
- Planet : 8 objek dari Merkurius - Neptunus
- Dwarf Planets : Pluto dan objek bundar lainnya yang belum menyapu bersih lingkungan disekitar orbitnya, dan bukan merupakan satelit.
- Benda Kecil di Tata Surya : semua objek lain yang mengorbit Matahari.
Keputusan IAU ini bukan lantas membuat Pluto dikeluarkan dari Tata Surya atau bahkan dikeluarkan dari Bimasakti. Kalau itu yang terjadi, maka betapa hebatnya para astronom yang berkonferensi bulan Agustus lalu sampai-sampai mampu ”menendang Pluto keluar dari Bimasakti” ;). Yang terjadi adalah kriteria planet didefinisi ulang dan dibuat kelas baru dalam Tata Surya yakni dwarf planet (planet kerdil). Read the rest of this entry »
Gerhana bulan sebagian semalam gue amati dari rumah doank. hiks hiks… soalnya ada beberapa hal yg terjadi so gue ga bisa ikutan temen2 lain yang lagi ngamat bareng. however tetep aja menarik.. soalnya dengan kondisi daerah perumahan yang disekelilingnya bangunan2 tinggi.. gue bisa liat gerhananya dengan nyaman.. ga perlu naik pagar ato usaha ke atap dulu buat liat hehehe……. pas greatest eclipse juga.. tuh bulan masih ga jauh dari zenith. tapi pas menjelang gerhana penumbra berakhir.. bulannya dah ilank dari pandangan ketutupan rumah disebelah gue. hiks hiks. but I enjoy my time last night. well at least itu dari gue…
dari temen2 yg ngamat di LAPAN BANDUNG… ini ada beberapa foto yang berhasil ditangkap. Pengamatan dilakukan dengan celestron C-8, nikon D70 dan filter berbagai filter dengan ditemani mokacino dan espresso. Read the rest of this entry »
The second lunar eclipse of the year is a rather small partial eclipse. The penumbral phase begins on September 7th 2006 at 23:42 BBWI. It’s a great time for the observer to see the eclipse. A timetable for the major phases of the eclipse is as follows:
Penumbral Eclipse Begins: 16:42:23 UT or 23:42:23 BBWI
Partial Eclipse Begins: 18:05:03 UT or 01:05:03 BBWI
Greatest Eclipse: 18:51:21 UT or 01:51:21 BBWI
Partial Eclipse Ends: 19:37:41 UT or 02:37:41 BBWI
Penumbral Eclipse Ends: 21:00:20 UT or 04:00:20 BBWI
In spite of the fact that the eclipse is shallow (the Moon’s northern limb dips just 6.3 arc-minutes into Earth’s dark umbral shadow), the partial phase lasts over 1 1/2 hours. This is due to the grazing geometry of the Moon and umbra.
At the instant of greatest eclipse (01:51 BBWI), the Moon will stand near the zenith for observers in the central Indian Ocean. At that time, the umbral eclipse magnitude will be 0.190. The event is best seen from Africa, Asia, Australia and Eastern Europe. Unfortunately, none of the eclipse is visible from North America. The Moon’s path through Earth’s shadows as well as a map illustrating worldwide visibility is shown in this link.






