Tahun 1944 hadir sebuah teori baru yang merupakan bentuk lain dari teori dualistik. Teori ini diajukan oleh Otto Schmidt (1892-1956), seorang peneliti Rusia, yang dalam pengamatannya melihat keberadaan awan yang dingin dan rapat di Galaksi, terungkap saat ada bintang yang lewat daerah tersebut cahayanya diblok oleh awan. Menurut Schmidt dari waktu ke waktu bintang akan melewati awan seperti ini, dan setelah lewat bintang akan diselubungi gas dan debu. Dari awan inilah planet akan terbentuk.
Ketika dua titik massa saling mendekati dan mengalami interaksi gravitasi namun tidak bertabrakan, keduanya akan berakhir pada jarak yang tidak tentu. Schmidt mengasumsikan dua titik massa itu untuk bintang dan awan dan ia mempostulatkan keberadaan objek ketiga disuatu tempat disekitar alur pertemuan bintang dan awan untuk menghilangkan sebagian energi dari sistem dua benda tersebut. yang menjadi masalah keberadaan benda ketiga justru membuat ide ini menjadi tidak mungkin.
Teori Pusaran von Weizsäker
Tahun 1944, Carl von Weizsäker (1912-) meninjau kembali model proto planet, dan memperkenalkan model baru dengan pola piringan yang mengalami turbulensi hingga terbentuk pusaran-pusaran kecil. Dalam sistem terdapat beberapa pusaran. Setiap pusaran berotasi searah jarum jam sementara keseluruhan sistem berotasi berlawanan jarum jam sehingga menyebabkan tiap elemen piringan bergerak mengitari pusat massa dalam orbit Keplerian. Akibatnya terjadi disipasi energi yang kecil karena pergerakan seluruh sistem. Tapi materi akan mengalami tabrakan pada kecepatan relatif yang tinggi pada batas vortices. Model von Weizsäker menyatakan, pada kondisi seperti ini akan terbentuk pusaran-pusaran kecil dan materi akan berinteraksi dengan kuat, membentuk kelompok dan mengalami kondensasi. Kondensasi terbentuk dalam cincin dan saat semua kondensasi di cincin telah berada dalam cincin, maka akan membentuk keluarga planet.
Tahun 1952, Jeffreys mengkritik bahwa turbulensi merupakan fenomena yang berhubungan dengan kondisi kekacauan dan tidak terjadi secara spontan hingga menghasilkan struktur yang diajukan oleh model von Weizsäker. Hasil yang biasanya didapat dari piringan yang mengalami turbulensi adalah rotasi sistem dan semua bagian didalamnya dalam orbit sirkular mengeliligi pusat massa. Sedangkan viskositas sistem akan membuat materi bergerak kedalam dan keluar (inwards dan outwards). Pada pola evolusi seperti ini, viskositas akan menyebabkan terjadinya kehilangan energi dan menyisakan sistem berenergi lemah. Sementara disisi lain model pusaran (vortices) von Weizsäker merupakan sistem berenergi tinggi yang tidak akan stabil sehingga tidak akan bisa membentuk apapun.
Sampai dengan tahun 1960, ada dua kelompok yang terbagi berdasarkan teori yang dianut. Yang pertama, teori monistik terdiri dari teori Laplace bersama dengan pendahulunya Descartes dan Kant serta model von Weizsäker. Yang kedua, teori dualistik yang dianut oleh Buffon, Chamberlin dan Moulton, Jeans, Jeffrey dan Schmidt. Setiap teori memiliki keberhasilan dalam memecahkan masalah yang ada namun masing-masing juga memiliki kelemahan.
Problema Distribusi Momentum Sudut
Teori-teori monistik tidak bisa memecahkan bagaimana nebula tunggal bisa berevolusi secara spontan dan menghasilkan momentum sudut dengan fraksi yang yang kecil dari materi. Salah satu yang mencoba memecahkan masalah ini adalah Roche dengan mempostulatkan nebula yang terkondensasi tinggi. Sementara pendekatan lain mempostulatkan piringan yang tidak terlalu terpusat namun memiliki kerapatan yang cukup sehingga memiliki fraksi massa nebula sekitar 10-50% massa matahari. Dan bagian terbesar piringan akan terlepas memebntuk planet.
Teori-teori dualistik, yang melibatkan interaksi dua bintang mencoba menghindari masalah spin matahari yang lambat dengan mengasumsikan matahari pada kondisi pre-existence. Sayangnya tidak ada mekanisme yang baik untuk memindahkan materi ke jarak tertentu dari Matahari atau dengan kata lain tidak bisa memberikan momentum sudut yang cukup. Belakangan, teori akresi bisa memecahkan masalah momentum sudut ini dengan mengajukan penangkapan materi dalam kondisi tersebar dan bisa menghasilkan momentum sudut yang pas untuk menjelaskan gerak planet saat penanangkapan.
Pembentukan Planet
Schmidt dan teori monistik lainnya memulai sebuah permulaan yang baik dengan menyatakan pembentukan planet berasal dari materi di piringan. Permasalahannya bagaimana mekanisme materi-materi itu terakumulasi sehingga membentuk planet. Teori yang diajukan adalah lewat kondensasi di piringan tersebut. Dan hasil kondensasi ini haruslah memenuhi kriteria massa Jeans, dan limit Roche.
sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. M. Woolfson)
artikel terkait :
Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya
Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton
Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20








sHeLLy nEv 17 berkata
mayaNLah,,,,wat nambaH2in pEnGetaHuan gw,,,
ekH nambahin niLai juga deng…
HE he he he he
zhazha berkata
tata surya setau aku berasal dari Ledakan Besar atau Big Bang yang membuat suatu matahari (bintang) yang begitu besar terpecah-pecah menjadi ribuan atau bahkan milyaran, menjadi bintang-bintang dan planet-planet kecil. Big bang terjadi karena adanya energi yang berlebihan karena telah mengendap terlalu lama, sehingga akhirnya meledak.
Teori Akresi « [ simply vie ] berkata
[...] Bentuk awal dari teori ini diberikan oleh Schmidt (1944) tapi kemudian dikembangkan dan dimodifikasi oleh Lyttleton (1961). Secara umum, idenya adalah Matahari setelah melewati awan debu akan memiliki selubung gas dan debu dimana didalam selubung tersebut akan terjadi pembentukan planet dengan cara akresi. Dalam modifikasi yang diajukan Lyttleton, ia menunjukkan kalau ide Schmidt mengenai benda ketiga tidak diperlukan. [...]
Amy berkata
Stau gw sih ada dua awal teori terjadinya tata surya kita. Yang peertama ya big bang itu tapi trus dipatahin ama teori keadaan tetap. Dan nggak tauori laen apa g!!!
ivie berkata
amy.. big bang n steady state itu bukan teori pembentukan tata surya tapi teori pembentukan alam semesta.
ringgo berkata
masih kurang lengkap isinya
Robby berkata
mana teori awan debunya????????????????!!!!!!!!!!!!!!!
Yusuf berkata
tolong lebih dilengkapi dg ilustrasi gbr atau film
Imuh berkata
Kanapa maka kada lengkap!!!!!!!!
cecep berkata
cukup
andi berkata
mayanlah
andi berkata
muka lo ganteng yah!
andi berkata
bagus banget
rahman al banjary berkata
Tahun 1944 hadir sebuah teori baru yang merupakan bentuk lain dari teori dualistik. Teori ini diajukan oleh Otto Schmidt (1892-1956), seorang peneliti Rusia, yang dalam pengamatannya melihat keberadaan awan yang dingin dan rapat di Galaksi, terungkap saat ada bintang yang lewat daerah tersebut cahayanya diblok oleh awan. Menurut Schmidt dari waktu ke waktu bintang akan melewati awan seperti ini, dan setelah lewat bintang akan diselubungi gas dan debu. Dari awan inilah planet akan terbentuk. teori ini bagus dan dri teori inilah kita dapat mengetahui awal dari pembentukan tata surya
mila berkata
tolong kalo bisa lebih dilengkapi lagi datanya. ayukron
nikita berkata
tolong di perjelas n di perbanyak dong isinysa
umar berkata
WaHHH…agak kurang lengkap
QQ berkata
HhMm…..
kata bu GuLu ku kurang lengkap tuh,,,
kudu dilengkapin lageeee………….
aditya indra berkata
menurut gw sih itu kurang lengkap tambahin lagi atuh sumber kita kan mau cari referensi susah……………………………….capek deh
ivie berkata
anda yg mengerjakan tugas kenapa saya yang harus mencarikan referensi? Tulisan yang ada disini memang tidak akan lengkap kalau yang anda cari adalah tentang Tata Surya. ini hanya bagian kecil dari sejarahnya.
Jadi siswa itu usaha bukannya cuma mau disuapin!. Kalau mau referensi jangan cari di blog tapi carinya di perpustakaan atau di jurnal ilmiah.
Lya berkata
ktA_na buQ guLu,,,
kuLaNg LeNgkap tuW…..
Py mnLut Qt bguZzz kWok…
makLum Qt Khan Kgk tW. . . .
TEK DUNG berkata
maaf,……………
sya tlah membaca smua tulisn ini
stelah saya pkir2
lalu saya analisa….
ini…………..NGOMONGIN PA YA?
chyta & shyfa THE LADYSTER berkata
WAaaHh McA CHEhhhh,,KOq bzAA CEeH,,
OWWhhh GT0 Yach….NgArToZZZZZ,,,,,NgArToZZZZ,,,,, but NgaN sAEuTaK…hEEEE………………………………………..
M4xtrick berkata
Wa… nice2.. tp masih ada yg kurang…, udah bagus si.. tp.., sran ni.. klo bisa tambahin gambar2 en teori2nya, klo ditambah thanks bgt yaa..
terbantu bgt.. ^^
klo gk bisa nambah, gpp…, tata surya kitakan luas bgt… very impposible buat meringkas semuanya… hehehe… mungkin ampe kiamat juga gk bisa diringkas jd kata2…
Thanx for dis info.., Hope this site Can Be Better, Better, and Better!!!
kagum de ama site + sumber + pembuatnya + kerja kerasnya…
hahahahaha….. Knowledgetarian.. cari info lagi ahh…
LhIE_a berkata
Lucu yooo….
terjadinya pembantukkan alam semesta Qt oleh allah
ayu berkata
tata surya sangat pnting u/ dipelajari
suliyadi berkata
tata surya memang sangat penting untuk kita pelajari iyoooo kan
ai Shinozaki berkata
Tolong di tambahin lagi yaw infonya kayaknya masih kurang lengkap g2. Kalau yang q rtahu proses terjadinya tata surya ada big bang aytau dentuman besar, Supernova dan banyak lagi dech tap gak tak sebutin semua cz catatan q gak tak bawa