Jelang Idul Fitri, semua orang sibuk bersiap-siap menyambut lebaran. Yang paling terlihat kesibukan untuk mudik. Tiket-tiket laris manis, oleh-oleh pun dibeli untuk bekal mudik nanti. Tapi buat yang nggak mudik dan belum punya rencana apapun, bagaimana kalau sabtu tanggal 21 Oktober nanti sejenak menikmati indahnya hujan meteor? Bulan ini sebelum lebaran, kita bisa menikmati hujan meteor Orionids yang berlangsung sejak tanggal 15 – 29 oktober dan akan mencapai puncak tanggal 21 Oktober.
Hujan meteor orionid, akan terlihat muncul di arah timur laut Rasi orion atau yang dikenal dengan nama Rasi Waluku yang akan terbit pukul 21.23 WIB pada tanggal 21 Oktober. Pada saat puncak, diperkirakan Orionid dapat menampakkan sampai 40 meteor setiap jam dengan kecepatan 66 km/s. Orion
Penemuan hujan meteor Orionid didengungkan pertama kali oleh Edward. C. Herrick yang pada tahun 1839 membuat pernyataan ambisius kalau ada aktivitas meteor terjadi sepanjang tanggal 8-15 Oktober. Pernyataan serupa kembali dibuat tahun 1840, saat ia mengomentari “waktu yang tepat untuk hujan meteor dengan frekuensi terbesar dari di bulan Oktober masih belum diketahui dengan pasti, tapi kemungkinannya bisa terjadi antara tanggal 8 dan 25 di bulan tersebut.”
Lantas dari mana asal Hujan Meteor Orionid? Meteor Orionid diduga kuat merupakan bagian kecil dari debu komet Halley. Ketika Komet Halley lewat dekat Matahari, ia akan mengalami pemanasan dan akhirnya melepaskan potongan-potongan es dan batuan dari intinya. Serpihan-serpihan tersebut akan terus mengorbit Matahari sampai menguap atau disapu oleh objek Tata Surya lain yang lebih besar. Serpihan-serpihan lainnya ada yang jatuh ke Bulan dan membentuk kawah kecil, dan ada yang jatuh ke Bumi. Sisa komet yang masuk ke Bumi akan terbakar di atmosfer menyebabkan terlihatnya goresan cahaya yang melintasi langit. Setiap tahun, di waktu yang sama, Bumi akan melewati sisa debu komet Halley menyebabkan tampaknya Hujan Meteor Orionid.
So buat temen-temen yang pengen ngamat.. kudu persiapan.. pake jaket, selimut, bawa cemilan, pasang mp3 player hehehehe biar nyaman deh.. jangan lupa bawa senter buat ngeliat peta langit.








orido berkata
klo dr Ygy kliatan gak yah??
aku udh mudik neh…
btw…
selamat berlebaran..
taqabbalallahu minna waminkum..
orido berkata
eh…
jangan2 itu lah malam seribu bulan…
ya Allah..
kapan hamba dipertemukan dengan seribubulanMu..
ivie berkata
di jogja bisa keliatan kok. malah kalau punya waktu kosong, bisa gabung sama teman2 astronomi klub di jogja buat ngamat bareng yang rencananya akan diadakan di sekitar kawasan Stadion Sleman Maguwoharjo. Kegiatan akan dimulai pukul 22.00 WIB dan akan berakhir pukul 03:00 WIB. Bagi para peminat dapat langsung datang di lokasi dengan membawa perlengkapan pribadi
selengkapnya bisa dilihat di http://mutoha.blogspot.com/
Deni Triwardana berkata
Wa…h jangankan hujan meteor hujan air di Jakarta niy belum muncul-muncul juga
dhitos berkata
good post – seneng bacanya -’ thanks for sharing’.
Thamrin berkata
Pilihan sulit, menonton hujan meteor atau Liga Inggris? Tapi untuk sekedar siap-siap saja, siapa tau mau nonton hujan meteor, kalau di Bogor enaknya dilihat adri mana?
azzaidan berkata
wah 3x…. Hujan meteor, apakah ini pertanda kiamat sughra ?
Rizal berkata
Kalo di Aceh nampak gak ya?
Pengen banget bisa nikmatinya.
Kan tgl 12 dan 13 Agustus kmren ada juga, tapi ditempat aq mendung, jadi ga bs liat.
ivie berkata
nampak kok… mpe tgl 24 agustus.. pantengin aja
ryan berkata
wah klo dari bandung jelas banget tuch hujan meteornya…soalny udah hampir 2 bulan ini tak ada hujan air di bandung he….
icHa_cuTe berkata
eHm,,,,
yaNg beNer neGh,,,
yaNg kemaRen ajaH kagaK keLihataN tuH,,,,
(sakiNg asyiknya nuNggu mpE ketiduRan dEh,,,,)
mg2 besOk bisa Liat yaH,,,,
amin,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
andy berkata
kok ga ada hujan meteor yah??
gw ga ngeliat sama skali??
apa ada yg ngeliat dr salah satu kalian??