Kemunculan Newton dengan teori gravitasinya menjadi dasar yang kuat dalam menciptakan teori ilmiah pembentukan Tata Surya. Dalam artikel ini akan dibahas teori pembentukan Tata Surya yang lahir sesudah era Newton sampai akhir abad ke-19. Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.
Teori Komet Buffon
Tahun 1745, George comte de Buffon (1701-178
dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda. Kelemahannya Buffon tidak bisa menjelaskan asal komet. Ia hanya mengasumsikan bahwa komet jauh lebih masif dari kenyataannya.
Teori Nebula Laplace
Ada beberapa teori yang menginspirasi terbentuknya teori Laplace, dimulai dari filsuf Perancis, Renè Descartes (1596-1650) yang percaya bahwa angkasa terisi oleh “fluida alam semesta” dan planet terbentuk dalam pusaran air. Sayangnya teori ini tidak didukung dasar ilmiah.
Seratus tahun kemudian Immanuel Kant (1724-1804) menunjukkan adanya awan gas yang berkontraksi dibawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih. Ide ini didasarkan dari teori pusaran Descartes tapi fluidanya berubah menjadi gas. Setelah adanya teleskop, William Herschel (1738-1822) mengamati adanya nebula yang ia asumsikan sebagai kumpulan bintang yang gagal. Tahun 1791, ia melihat bintang tunggal yang dikelilingi halo yang terang. Hal inilah yang memberinya kesimplan bahwa bintang terbentuk dari nebula dan halo merupakan sisa nebula.
Dari teori-teori ini Pierre Laplace (1749-1827) menyatakan adanya awan gas dan debu yang berputar pelan dan mengalami keruntuhan akibat gravitasi. Pada saat keruntuhan, momentum sudut dipertahankan melalui putaran yang dipercepat sehingga terjadi pemipihan. Selama kontraksi ada materi yang tertinggal kedalam bentuk piringan sementara pusat massa terus berkontraksi. Materi yang terlepas kedalam piringan akan membentuk sejumlah cincin dan materi di dalam cincin akan mengelompok akibat adanya gravitasi. Kondensasi juga terjadi di setiap cincin yang menyebabkan terbentuknya sistem planet. Materi di dalam awan yang runtuh dan memiliki massa dominan akan membentuk matahari.
Namun menurut Clerk Maxwell (1831-1879) letak permasalahan teori ini cincin hanya bisa stabil jika terdiri dari partikel-partikel padat bukannya gas. Menurut Maxwell cincin tidak bisa berkondensasi menjadi planet karena gaya inersianya akan memisahkan bagian dalam dan luar cincin. Seandainya proses pemisahan bisa terlewati, massa cincin masih jauh lebih masif dibanding massa planet yang terbentuk.
Permasalahan lain muncul dari distribusi momentum sudut dimana tidak ada mekanisme tertentu yang bisa menjelaskan bahwa keberadaan materi dalam jumlah kecil, yang membentuk planet, bisa memiliki semua momentum sudutnya. Seharusnya sebagian besar momentum sudut berada di pusat objek. Jika momentum sudut intrinsik dari materi luar bisa membentuk planet, maka kondensasi pusat tidak mungkin runtuh untuk membentuk bintang,
Penyempurnaan Teori Laplace
Tahun 1854, Edouard Roche (1820-1883) mengatakan bahwa awan yang diajukan Laplace dalam teorinya bisa memiliki kondensasi pusat yang tinggi sehingga sebagian besar massa berada dekat spin axis dan memiliki kaitan yang kecil dengan momentum angular. Tahun 1873, Roche menyempurnakan teori Laplace dengan analisis “Matahari ditambah atmosfer”, yang memiliki kondensasi pusat yang tinggi. Model ini berada diluar rentang planet dan mengalami keruntuhan saat mendingin. Dalam model ini atmosfer berkorotasi terhadap matahari. Saat sistem mengalami keruntuhan kecepatan sudut bertambah untuk mempertahankan momentum sudut sementara jarak mengecil. Jika jarak mengecil lebih cepat dari radius efektif atmosfer, maka semua atmosfer diluar jarak akan membentuk cincin.
Keberatan dari James Jeans (1877-1946). Ia menunjukkan dengan distribusi nebula yang diberikan oleh Roche, materi luar akan menjadi renggang sehingga tidak dapat melawan gaya pasang surut terhadap pusat massanya dan kondensasi tidak akan terjadi. Jeans juga mennunjukkan bahwa untuk materi di dalam cincin yang mengalir dari nebula yang runtuh menuju kondensasi membutuhkan kerapatan yang lebih besar dari kerapatan sistem. Hal ini akan menghasilkan massa atmosfer dengan magnitudo mendekati magnitudo di pusat massa, sehingga bisa menyelesaikan permasalahan momentum sudut.
sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. M. Woolfson)
artikel terkait :
Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya
Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20









34 comments
Comments feed for this article
Nopember 1, 2006 pada 8:33 am
noertika
hi…bagsu banget!!
Nopember 1, 2006 pada 4:35 pm
Jihan
argghhhhhhhh kurang buanyak tuh!!!!!!!!!!!!
Nopember 1, 2006 pada 5:05 pm
ivie
hmm sebenernya tulisan ini dibuat berseri tp ga dicantumin serinya. bisa dilihat disini juga :
http://simplyvie.wordpress.com/2006/10/05/sejarah-awal-teori-pembentukan-tata-surya/
http://simplyvie.wordpress.com/2006/10/28/teori-pembentukan-tata-surya-awal-abad-ke-20/
lanjutannya belon bisa kubuat karena masih mengerjakan beberapa hal.
Nopember 5, 2006 pada 12:12 pm
Luthfi
jd inget waktu jaman perjuangan dulu (sma)
Nopember 5, 2006 pada 5:51 pm
koko
wew bagus abnget sampe pusing liatnya
Nopember 6, 2006 pada 1:46 am
toulen
bagus mbak..teruskan perjuangannya..salam kenal
Nopember 13, 2006 pada 5:58 pm
cew
mana niey gambarnya….kan yg dibutuhin gmbrnya….adain gmbr ny yuph……
Nopember 14, 2006 pada 3:14 pm
sHeLLy nEv 17
gokIeeLLL…………baguZzzZZzz bgd ney artikel
sumpaH kReNz abieZzzz….!!!!!!
Nopember 14, 2006 pada 4:39 pm
thata izecson
huh…akhirnya ktemu jaga. bagus ada kamu jdinya tugas geografiku lancar. mohon diperbanyak ya!!!!!
Desember 10, 2006 pada 7:29 am
Lia_Totti
Cooolll berat nih artikel!!!!
Tapi gw mo cari gambar2nya jg, tapi gak ada disini….
Ntar ditambahin yaaa…
Puuuppppyyyaaaaeeee…..
Januari 29, 2007 pada 4:50 pm
fina
thanks banget ya ,,,,dah ada tentang teori ini cos saya jadi bisa ngerjain Fisika dengan Mudah….o ya tambahin juga dong gambar gambar tata suryanya seperti planet,trus kasi juga gambar teori-teorinya ya
Februari 22, 2007 pada 8:06 pm
desty
aku ingin tau “aapa yang mendasari newton menciptakan teori gravitasi
Februari 22, 2007 pada 8:06 pm
desty
fina!!!!!!!!!!! kakak aku suka bgt ma kmu lohhhhhhhhhhh
Februari 22, 2007 pada 8:07 pm
desty
klo slah maapin aku
Maret 8, 2007 pada 5:50 pm
ririn
ADUh EduN bAngEt But GAMBAR NYA DUNK KOK KAgak Ade GAMBAR….. PIcture….GambaR…GAMBAR……………………………………………………………………………………………….
Maret 12, 2007 pada 7:54 pm
derry rovino
ga lengkapppppppppppppppp
April 12, 2007 pada 3:30 pm
Rachman Imanda
Ndeso dan katro bangetttttttttt
April 12, 2007 pada 4:10 pm
chrisan
wuah kalo gitu mas rahman bisa bikin yg ga ndeso dan katro ga? tunjukin dunk yg gimana tuh. pengen tau.
April 15, 2007 pada 10:33 am
™MÄjId™
Thank’s bgtz yach aTs IlmUna cos W prlu Bgtz bwt OLimPiaDe AstroNoMi
Doain gw MeNanG yaCH !
April 15, 2007 pada 11:26 pm
ivie
selamat mengikuti olimpiade… n semoga sukses. oya untuk masalah olipiade.. materi dan yang lainnya bisa anda tanyakan dan dapatkan di departemen astronomi itb.
Juni 9, 2007 pada 11:44 am
denok
kurang detail nEEEEEE
Juni 9, 2007 pada 7:17 pm
jeni
kalau kurang detail yah cari sendiri. di internet khan banyak.
Agustus 2, 2007 pada 8:46 pm
Aq_cinta_matahari
Keren, py kurang ‘colourful’..
ad yg tw knp??
Agustus 29, 2007 pada 7:24 pm
Dian katrowardoyo
wah……..gK ada gambar laen yaK……
yang lbh jLk gt……..
apaan gK lengkap bgtd…….
sbnRna bs bKn gK e????
piYe tHo kog lebih katro dR aKoe…………
wUuu katro!!!!!!!!!!!!!
Agustus 29, 2007 pada 11:34 pm
ivie
this is just a blog not a citation for your paper or your homework.
this is just a blog to share information about solar system not a reference for profesional purpose
if you look for a picture.. go find it in astrophotojournal or Hubble Site, NASA and ESA site..
if you need a paper to answer all your question, go find it through scholar.google.com
if you think this is not appropriate.. so make your own essay which is appropriate according to you.
as simple as that..
September 1, 2007 pada 8:25 am
Hanief Trihantoro
wah, vie, komennya aneh-aneh yak. . .
September 29, 2007 pada 9:14 pm
ee_koo
yup…….!!!bagus…bagus…bagus…,
tp gambarnya kurang seru nich……
kalau bisa ditambah yang lebih keren n gokiel lg..
Oktober 3, 2007 pada 7:15 pm
misael_dc_bc@yahoo.com
terimakasih…
gw buth bgt teori ini buat PR gografi gw
makcih banyak ya!!!!
Nopember 1, 2007 pada 11:22 am
elina
artikelnnyyyyyyyyyyyyaaaaaaaaa menarik bgttttttt
Nopember 5, 2007 pada 4:39 pm
nadya
mana ne gambarnya…???
padahal lebih asyik kalo dikasih gambar lho…!!!
kan nggak mungkin banget kita cuman disuruh nge-bayangin gimana bentuk tata surya itu sendiri.
soalnya aku ndiri belum pernah terbang ke angkasa se…
Nopember 8, 2007 pada 5:27 pm
AjhiEka
Asyik bngeeeeeeeeeeeeet………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Desember 3, 2007 pada 9:02 am
Teori Nebula Matahari « [ simply vie ]
[...] latar belakang model dari Safronov, terjadi kebankitan kembali teori dualistik Laplace, yang menyebutkan pembentukan Matahari dan planet-planet terjadi secara spontan dari bola gas dan [...]
Januari 24, 2008 pada 1:39 pm
puput
makasihhhh atas penjelasan2 kaka…..
tugas dari guruku lebih mudah di kerjainnya dechhhh
April 8, 2008 pada 10:47 am
Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya « Wasiatulbachriyah’s Weblog
[...] terkait Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad [...]